Generasi Penantang Iblis

Rabu, 12 Maret 2014

Mereka merubah dan penentang band metal yang beraliran setan. Dan, itu dilakukan dengan 'salam satu jari' yang melambangkan ke- Esaan tuhan...  
Salam satu jari.../ Dok.Salam satu jari.../ Dok.
Apa yang terlintas di benak Anda ketika melihat sekumpulan anak muda penggemar musik cadas seperti grindcore, death metal, brutal core ataupun trash metal? Alkohol, seks bebas, atau narkoba... Mmm, stigma itu mungkin menjadi hal yang lumrah menimpa penikmat musik beraliran keras tersebut. Memang, seperti itu yang kerap terjadi.
Upss, jangan salah ya! Saat ini ada loh, komunitas undergroud yang mencoba mengikis stigma negatif itu, 'Salam Satu Jari' nama komunitasnya. Mereka adalah anak band underground yang mencoba melawan westernisasi yang tidak sesuai dengan akidah Islam dan budaya di Indonesia.
“Alkohol dan drugs itu kan sudah menjadi budaya barat. Nah untuk anak metal di Indonesia juga harus menunjukkan jati dirinya dong jangan mengekor seperti mereka,” jelas Mohammad Hariadi Nasution atau biasa disapa dengan Ombat, orang yang pertama kali mempopulerkan salam satu jari.
Satu jari!/ Dok.Satu jari!/ Dok.Salam satu jari muncul berawal dari sebuah acara yang di beri nama Urban Garage Festival, sebuah konser musik metal yang khusus diperuntukkan untuk korban kemanusiaan di Palestina.
Nah, saat itu, Ombat yang juga sebagai vokalis Tengkorak (band bergenre grindcore) tiba-tiba saja membuat salam metal baru yang tadinya dua jari yakni jari telunjuk dan kelingking, menjadi satu jari yang bermaknakan tauhid atau satu Tuhan.
Dipilihnya salam satu jari, memang bukannya tanpa sebab, karena menurutnya, salam dua jari yang selama ini digunakan oleh anak-anal metal, sebenarnya merupakan simbol dari pemujaan setan.
“Sedangkan makna salam satu jari adalah kita selaku umat Muslim selalu ingat akan Allah Yang Maha Esa, Laailaha Illallah, bahwa kita hanya membela Islam tidak yang lain,” kata Ombat .
Ombat/ Foto: Novri TNOLOmbat/ Foto: Novri TNOLTanpa disadari, yang semulanya salam satu jari ini hanya digunakan untuk salam metal akhirnya bermetamorforsis menjadi sebuah gerakan komunitas metal muslim yang selalu menjunjung nilai-nilai keislaman. Penyebarannya pun hingga kepelosok-pelosok daerah, mulai dari Medan, Makassar, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan kota lainnya.
“Sebenarnyan, gerakan ini, sudah dinanti-natikan oleh banyak penikmat musik underground, karena mereka sadar betul bahwa selama ini mereka telah menggunakan simbol-simbol yang menjauhkan diri dengan Tuhan mereka,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.
'Salam Satu Jari' dalam kegiatan/ Dok.'Salam Satu Jari' dalam kegiatan/ Dok.Menurut Ombat, konsep satanisme yang banyak digunakan oleh band-band metal saat ini sebenarnya adalah kreativitas (aksi panggung) para band-band metal terdahulu. Nah, lantaran band metal terus berkembang dan makin banyak orang yang menyukai jenis musiknya, akhirnya sebagian orang akhirya 'memelintirkannya' sehingga tanpa disadari telah menggunakan simbol-simbol yang menyekutukan Tuhan.
”Ini sebenarnya penjajahan cara baru yang digunakan zionis dan kaum sekuler untuk menjauhkan anak-anak muda dari agama,”ungkapnya.
Diakui Ombat, pihaknya sempat mendapat cibiran dan cemooh seputar salam satu jari ini, mereka dianggap melawan arus kebiasaan yang kerap di lakukan anak-anak underground. Tidak hanya itu, mereka pun kerap dianggap mencoba menyebarkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak underground.
Komunitas ini, juga kerap memberikan support terhadap event-event musik komunitas underground. Dan, jangan kaget ya, saat event musik undergound berlangsung biasanya mereka akan mengumandangkan takbir di sela-sela acara. Tidak hanya itu, mereka juga tak segan-segan menghentikan acara, saat azan berkumandang untuk melaksanakan sholat berjamaah. (Sbh)

Dakwah Lewat Musik Underground

satu jariBegitulah fakta lapangan membuat kita tersadarkan betapa Gerakan Wahabi Internasional sudah selangkah lebih maju dengan merubah arah Dakwah mereka dengan menyusup ke pemikiran generasi muda Indonesia. Melalui kultur underground kita dapat melihat ada begitu banyak generasi muda Indonesia makin terjauhkan dari pemahaman mereka tentang kebangsaan dan keberagaman.
Mulai dentuman distorsi yang ingin memecahkan telinga hingga pemikiran – pemikiran idealis para penghuni jagad raya dunia musik anti kemapanan ini. Di Indonesia sendiri musik Underground bukanlah barang baru. Musik Punk, Skinhead, Metal dengan berbagai macam alirannya dari Grindcore hingga Brutal Death bahkan Hip-Hop dan Pop Kultur sendiri sudah mewabah sampai ke sudut negeri di berbagai belahan Indonesia yang beragam ini, Salah satu contoh gaya hidup para musisi Underground berbasis Gerakan Wahabi Internasional, tidak sedikit grup musik mereka telah diikuti oleh banyak generasi muda bangsa dalam beberapa tahun belakangan ini.
Lalu darimanakah musik underground bercita rasa syariah ini bermula? Menjawab pertanyaan ini bukanlah hal yang mudah, karena underground sendiri adalah kontra kultur yang hadir sebagai perlawanan terhadap kebosanan hidup dan kemapanan yang hipokrit.
Setidaknya begitulah kata mereka para penghuni jagad Underground ini.
Underground lahir dari ragam yang berbeda dengan latar belakang berbeda. Namun pada akhirnya ada sesuatu yang menarik belakangan ini saya dapatkan dari perhatian saya terhadap jenis musik ini. Coba anda simak propaganda video musik underground ini :

kode – kode Salam Satu Jari yang sering di gunakan anak muda pecinta musik Underground bercita rasa syariah di Indonesia ternyata secara tidak sadar sudah membawa banyak generasi muda Indonesia kepada kejahatan tersistematis. Dan bahkan ini sudah menjadi budaya yang mewabah hingga ke dunia musik komersial. padahal Salam Satu Jari ini adalah simbol loyalitas bagi para pengikut Gerakan Qabbalah ( salah satu sekte Paganism) yang menjadi keyakinan Zionisme Internasional. Hampir semua pengikut Paganism pasti menggunakan cara ini untuk membuktikan siapa mereka. Orang – orang besar dunia bahkan tidak sedikit yang sudah menjadi anggota dari jaringan sekte Zionisme ini.
Simbol Salam Satu Jari ini adalah salah kode dari jaringan Zionisme yaitu illuminati dan kini mereka menggunakan itu sebagai Slogan Propaganda mereka. Dan sudah banyak memprovokasi anak muda di indonesia dengan Slogan Komunitas mereka ini. Bahkan stasiun televisi arus utama mainstream seperti Metro TV dan MNCTV gencar mempromosikan gerakan dakwah ekstremisme mereka.
Salah Satu Contoh, Seorang musisi legendaris underground menceritakan pada redaksi dalam salah satu wawancara bahwasanya memang di indonesia telah terjadi penyusupan Gerakan Zionisme melalui musik underground. salah satu tokoh Zionisme yang di kirim ke Indonesia bernama Jeremia Walah yang memang mengemban misi merusak mental, jati diri dan perilaku anak muda indonesia dengan budaya barat(kekerasan) melalui musik musik anti kemapanan dan merusak pemikiran dengan ide ide dari syair syair musik tersebut.
Jadi jangan aneh, bukan hanya di indonesia generasi mudanya yang di rusak oleh Konspirasi penyusupan ini. bahkan di negeri PENGEKSPOR GERAKAN WAHABISME seperti Saudi pun sudah banyak generasi muda mereka tidak sadar telah mengkonsumsi budaya kekerasan secara taklid membabi-buta dan terjebak pada sebuah kebodohan yang sangat parah. Krisis identitas inilah yang sebenarnya menjadi cita cita Zionisme dan Gerakan Ekstremisme Wahabi untuk menjalankan agenda mereka menguasai dunia.
Pada akhirnya jika sudah seperti ini, Gerakan Dakwah Para Wahabiers di Indonesia semakin leluasa mengadu domba masyarakat yang lugu dan tidak tahu apa – apa dengan kebusukan-kebusukan Gerakan Ekstremisme Wahabi ini.
Lihatlah betapa generasi muda bangsa makin begitu mudah di bodohi dan larut dalam euforia budaya kekerasan atas nama islam dan secara tidak sadar telah mengikuti gaya hidup barbar.
Di negara negara timur tengah terutama Saudi sendiri tidak sedikit banyak anak muda yang mengklaim diri mereka islam namun tetap terbawa arus ektremisme.
Untuk itu dalam hal ini, sungguh invasi seni berbasis kebangsaan harus di perluas dan dikoordinir agar rapi, untuk meng-counter arus pemikiran dan gerakan berbahaya berbasis Ekstremisme Wahabi yang berafiliasi kepada Sekte-Sekte Gerakan Zionisme Internasional tersebut.
Mengutif Kalimat Bijak Sang Maestro : “kejahatan yang terorganisir mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir” inilah pesan Ali Bin Abu Thalib.
karena itulah generasi muda pecinta music Underground di Indonesia, dunia seni adalah dunia yang rentan penyusupan, dan para musisi Wahabisme sendiri telah melakukan agenda besar untuk menghancurkan generasi bangsa melalui seni dengan membuat perkumpulan perkumpulan musisi pro Gerakan Ekstrimis Wahabi dan Zionisme. Dan menyebarkan doktrin anti Pancasila dan anti Keberagaman melalui musik-musik yang mereka buat dan sebarkan.
Sedangkan gambar yang saya publish adalah salah satu poster dari sebuah acara Forum silaturahmi underground yang di organizer oleh Pushami, Hijabers, anti JIL, LBH Muslim, dan pendakwah-pendakwah Wahabi Ekstremisme di Indonesia yang di adakan oleh komunitas musisi pro Wahabi yang dinamakan “Komunitas Salam Satu Jari”.
Dalam hal ini sudah waktunya kita semua melihat bahwa Underground merupakan salah satu medan dakwah yang harus ditembus oleh para pemuda kita, para pemuda Indonesia yang mencintai Kebhinekaan (Keberagaman). Sebuah perang pemikiran berlangsung keras disana.
sebuah agenda besar untuk merusak generasi muda Bangsa, sebelum mereka memang hendak menghancurkan peradaban Bangsa kita secara total.
Harus ada strategi pendekatan yang dibangun secara rapi dan matang untuk masuk ke dunia Underground ini. karena sesungguhnya Zionisme telah menculik begitu banyak sanak saudara kita. Mereka telah mengambil bahkan membunuh pikiran saudara – saudara kita dan merubahnya menjadi pemikiran pemikiran yang menguntungkan agenda besar Zionisme yang tertuang di ke 24 PROTOKOL ZIONISME.
Sungguh kawan – kawan dibalik pertempuran kita melawan Hegemoni Konspirasi Global yang tak henti – hentinya menyerang Sendi-Sendi Kehidupan Berbangsa melalui Jargon Kapitalisme, aliran sesat, demokrasi Prosedural ala barat, Underground bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu senjata Gerakan Wahabisme dan Zionisme paling ampuh untuk menyerang Generasi muda kita kelak suatu ketika para pemuda Indonesia yang tidak tahu apa-apa terlanjur tertipu dengan iming – iming kebebasan semu dari tatanan semu bernama Underground ber-cita Rasa Syariah ala Wahabisme dan Zionisme.
Bukan tidak mungkin suatu saat gerakan Wahabisme ( Ekstremisme ) akan memperalat anak – anak muda di Underground untuk di adu domba. Dan akhirnya menjebak Generasi Muda Bangsa dalam perpecahan berkepanjangan. Kita tidak boleh tinggal diam! L A W A N !

Renungkan

BELAJAR SABAR

Ketika kita naik mobil angkutan umum di tengah kemacetan lalu lintas, maka kita dituntut untuk bersabar. Kita tak boleh mencaci si sopir, apalagi membentak-bentak. Ketika kita berdesak-desakkan di kereta api kita juga dituntut sabar. Pada saat itu kita tidak boleh marah, kendati mungkin kaki kita terinjak.

Demikian pula di saat negeri ini dibanjiri air yang melimpah kita pun harus sabar. Karena sumpah serapah yang kita arahkan kepada penguasa pun tak akan mengurangi volume banjir yang merendam hampir 30% wilayah Indonesia. Nah, dari air itulah kita tahu bahwa kehidupan dan kematian itu berasal dari air. Jadi sabar memang tak ada batasnya, sebagaimana iman itu sendiri.

Pantaslah jika dalam sebuah kesempatan Nabi Muhammad SAW berpesan kepada kita untuk selalu bersabar (tabah dan ikhlas menerima kenyataan/taqdir). Bahkan beliau mengatakan,”Sebagian dari iman adalah sabar”. Rasulullah yang mulia sendiri, setiap ditimpa musibah apa saja, tak pernah mengeluh apalagi sampai menyalah-nyalahkan orang lain. Entah itu pemerintah, tetangga, atau orang lain. Anehnya, kita tak pernah menyalahkan diri kita. Padahal, jangan-jangan kesalahan negeri ini juga karena kesalahan kita yang tanpa sadar kita turut menyumbangnya.

Kenapa kita diperintah untuk bersabar oleh Allah? Inilah terapi psikologis canggih yang diberikan Allah kepada kita. Melalui sikap inilah kita disadarkan bahwa manusia itu tak mampu mengelola hidupnya secara pasti. Dialah Allah yang mengurus segala urusan kita. Itulah makna kita membaca Alhamdulillahi Rabbil ‘alamien. Artinya, bahwa yang mengatur segala urusan kita itu adalah Dia. Dengan demikian, bersama sabar kita menghadapi gejolak hidup itu dengan tenang, rileks.

Untuk menjadi seorang penyabar tidak mudah, memang. Tapi Allah melalui ayat-ayat-Nya, baik yang kauni maupun qauli mengajak kita untuk menjadi ash-shabirin (kelompok orang-orang yang sabar). Lihatlah betapa sabarnya seekor unta yang berjalan di padang pasir sembari membawa beban berat di punuknya. Simak juga kesabaran kerbau atau sapi ketika dengan tekunnya membajak lahan-lahan persawahan. Padahal kalau Allah mau, binatang-binatang itu menolak diperlakukan seperti itu oleh tuan-tuannya.

Kita ingat kisah tentang robohnya kuda Suraqah bin Naufal saat mengejar-ngejar Nabi untuk dibunuh. Kita ingat tenggelamnya Fir’aun bersama serdadunya di laut Merah ketika mengejar-ngejar Nabi Musa dan pengikutnya. Dan kita juga ingat selamatnya nabi Yunus dari telanan ikan hiu. Kalau saja Allah mau, tentu Nabi Muhammad SAW sudah dibunuh Suraqah, Musa sudah dipenggal oleh algojo-algojo Fir’aun dan Yunus tidak dikeluarkan lagi dari perut ikan buas itu.

Maka sangat wajar bila Allah mengabadikan mereka dalam al-Qur’an sebagai al-shabirien dan al-shadiqien, yakni orang-orang yang membenarkan ayat-ayat-Nya. Kuncinya apa? Mereka sabar dalam menjalani hidup ini, tanpa berharap materi di dunia.

Para kekasih Allah itu meneladani sifat Rabb mereka, Al-Shabur, salah satu al-Asma al-Husna yang Allah miliki. Saudara-saudaraku yang dirundung derita, dan mereka yang sedang ditimpa nestapa………..

Bersabarlah, karena Allah bersama orang-orang yang sabar